Sudah berapa tahunkah film Indonesia bangkit kembali? Semenjak mati suri sekitar tahun 90-an, paling sekitar 10 tahunan sudah. Dari sekian banyak film yang beredar, adakah yang menarik hatiku untuk mengeluarkan uang, menontonnya? Hmmmm....baru satu. Pasir Berbisik. Jadi hitung saja berapa duit sudah? Sekitar 30.000 rupiah deh dan berapa waktunya? sekitar sejam setengah.....Udah, segitu aja penghargaan saya untuk karya anak negeri. Bandingkan dengan ratusan bahkan mungkin ribuan film Hollywood yang dengan sukarela kutonton, kualirkan uang devisa ke Amerika Serikat, kuhabiskan waktu.
Lantas salahnya dimana?
Salahnya adalah film Indonesia lebih susah ditelan dari film negara lain. Bukan apa-apa. Aku tidak bermaksud menjelekkan film susah. Susah ditelan ini artinya kita tidak rela menontonnya, tidak rela tertawa atas humornya, tidak rela takut atas horornya, tidak rela sedih atas kisah mendayu-dayunya, tidak rela. Itu saja.
Kenapa tidak rela?
Mana cerita-cerita sederhana yang menarik hati, tanpa pretensi sok AIDS, sok lesbi/gay, sok kepribadian ganda, sok aksi....Mana? Padahal ada sepercik harapan di TV. Ada yang kenal Bajaj Bajuri atau OB?? Aku selalu bertanya-tanya, siapa orang-orang jenius dibalik sitkom ini? Apakah mereka tidak ingin menulis skenario film yang 'catchy' seperti sitkom TV mereka? Dan memberikan tamparan di wajah filmmaker2 yang cuma bisa nge-syut tapi ga bisa bercerita.
C'mon!!!!
Karakter-karakter yang kuat dan berciri muncul dari dua sitkom ini. Mail, Mas Say, Sascha, Gusti, Hendra, Taka, Odah, Bajuri, Oneng, Emak, Mpok Indun.....Ini baru karakter namanya. Ketika kita menonton kita seperti menonton orang-orang di sekitar kita, dengan permasalahan yang juga disekitar kita. Akrab, menyentuh, lucu...Sesuatu yang kayaknya film Indonesia belum ketemukan. Sampai sekarang.
Yang kita temukan, atau mereka yang nonton temukan adalah cerita-cerita dangkal tanpa arah. Sekedar memenuhi kuota atau karena kebanyakan duit atau malah karena ga punya duit - dengan harapan ABG2 mentah itu mau menelan film2 horor gitu2 aja dan memberikan duit mereka kepada para produser itu...
I mean, c'mon!!!!!
Lantas salahnya dimana?
Salahnya adalah film Indonesia lebih susah ditelan dari film negara lain. Bukan apa-apa. Aku tidak bermaksud menjelekkan film susah. Susah ditelan ini artinya kita tidak rela menontonnya, tidak rela tertawa atas humornya, tidak rela takut atas horornya, tidak rela sedih atas kisah mendayu-dayunya, tidak rela. Itu saja.
Kenapa tidak rela?
Bayangkan dua film terbaru yang sudah dan akan muncul di teater ini. Dunia Mereka dan Death Time......Sepertinya para filmmaker kita ni obsessed banget dengan yang namanya kepribadian ganda. Dunia Mereka coba, yang satu adalah lesbi, yang satu pacaran ama orang kena AIDS, yang satu gendeng, yang satu dukun santet...Gak gitu banget sih, tapi c'mon!!! Kemudian Death Time, tokoh utamanya juga dikisahkan berkepribadian ganda.
Atau yang udah pernah beredar Belahan Jiwa (emang laku ni film???)
Sekali lagi c'mon!!!!
Atau yang udah pernah beredar Belahan Jiwa (emang laku ni film???)
Sekali lagi c'mon!!!!
Mana cerita-cerita sederhana yang menarik hati, tanpa pretensi sok AIDS, sok lesbi/gay, sok kepribadian ganda, sok aksi....Mana? Padahal ada sepercik harapan di TV. Ada yang kenal Bajaj Bajuri atau OB?? Aku selalu bertanya-tanya, siapa orang-orang jenius dibalik sitkom ini? Apakah mereka tidak ingin menulis skenario film yang 'catchy' seperti sitkom TV mereka? Dan memberikan tamparan di wajah filmmaker2 yang cuma bisa nge-syut tapi ga bisa bercerita.
C'mon!!!!
Karakter-karakter yang kuat dan berciri muncul dari dua sitkom ini. Mail, Mas Say, Sascha, Gusti, Hendra, Taka, Odah, Bajuri, Oneng, Emak, Mpok Indun.....Ini baru karakter namanya. Ketika kita menonton kita seperti menonton orang-orang di sekitar kita, dengan permasalahan yang juga disekitar kita. Akrab, menyentuh, lucu...Sesuatu yang kayaknya film Indonesia belum ketemukan. Sampai sekarang.
Yang kita temukan, atau mereka yang nonton temukan adalah cerita-cerita dangkal tanpa arah. Sekedar memenuhi kuota atau karena kebanyakan duit atau malah karena ga punya duit - dengan harapan ABG2 mentah itu mau menelan film2 horor gitu2 aja dan memberikan duit mereka kepada para produser itu...
I mean, c'mon!!!!!
Posted by afterglue | ![]()
![]()
« Home | Tidakkah Kau Mencintai Internet?? » //-->
Add a comment: